Kebakaran Hebat di Fakfak, 7 Bangunan Toko Ludes Dilalap Si Jago Merah

FAKFAK, MRM Kobaran api yang berkecamuk melanda pusat pertokoan di Fakfak, Papua Barat, menyebabkan setidaknya tujuh bangunan ludes dan menimbulkan kerugian materi yang ditaksir mencapai miliaran rupiah. Peristiwa nahas ini juga merenggut nyawa seorang warga yang berusaha memadamkan api.

Dilansir dari RRI.co.id, kebakaran hebat melanda pusat pertokoan di Jalan Izak Telussa, Fakfak, Papua Barat, Sabtu (20/9/2025) pagi sekitar pukul 06.30 WIT. Api yang berawal dari lantai dasar Toko Paradiso dengan cepat merembet dan meludeskan tujuh bangunan toko yang berdempetan.

Upaya pemadaman dilakukan oleh petugas Pemadam Kebakaran Pemkab Fakfak dengan menurunkan armada lengkap. Mereka turut dibantu anggota TNI, Polri, dan masyarakat setempat. Meski begitu, tujuh bangunan tua yang berdiri di kawasan tersebut tidak dapat diselamatkan.

Petugas hanya mampu melokalisir kobaran agar tidak meluas ke bangunan lain di sekitar lokasi. Api baru berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 09.30 WIT setelah berkobar selama kurang lebih tiga jam.

Salah seorang korban kebakaran mengaku melihat api pertama kali muncul dari Toko Paradiso.

“Saya bangun dan melihat api di lantai satu toko Paradiso. Kami berusaha padamkan, tapi tidak bisa. Api terus membesar hingga menghanguskan toko lain,” ujarnya.

Hingga kini, penyebab kebakaran belum dapat dipastikan. Diduga api berasal dari arus pendek listrik, namun aparat berwenang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Peristiwa tersebut tidak hanya menimbulkan kerugian materi, tetapi juga merenggut korban jiwa. Seorang warga Kebun Kelapa meninggal dunia saat membantu memadamkan api setelah terjatuh dari atap toko setinggi sekitar 10 meter.

Korban yang sehari-hari bekerja sebagai TKBM di Pelabuhan Fakfak sempat dilarikan ke RSUD Fakfak, namun nyawanya tidak tertolong. Sementara itu, aparat bersama warga masih berada di lokasi kebakaran untuk memadamkan sisa-sisa api dan mengamankan area.

Reporter : Ridwan Rengen

Pos terkait