BEKASI, Mediarakyatmerdeka.com – Warga Desa Karangsegar, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, mulai merasakan dampak kekeringan akibat musim kemarau. Untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, Koramil 11/Pebayuran bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta pemerintah desa menyalurkan bantuan 4.000 liter air bersih, Jumat (30/10/2026).
Distribusi air bersih berlangsung di Kampung Babakan Rengas, Dusun 2, RT 01/RW 02, Desa Karangsegar, mulai pukul 08.00 WIB hingga 10.00 WIB. Kegiatan tersebut dipimpin Ali Alfarizd dari Kementerian PUPR, dengan melibatkan Babinsa Koramil 11/Pebayuran Pelda Firman, perangkat desa, serta masyarakat setempat.
Bantuan air disalurkan melalui fasilitas hidran umum dan tandon penampungan agar warga lebih mudah mendapatkan pasokan air bersih di tengah kondisi kekeringan.
Sekretaris Desa Karangsegar, Guntur Sukarman, mengatakan bantuan tersebut sangat berarti bagi masyarakat yang mulai kesulitan memperoleh air untuk kebutuhan rumah tangga.
Menurutnya, Desa Karangsegar dan Desa Karangharja merupakan wilayah di Kecamatan Pebayuran yang lebih awal merasakan dampak kekeringan.
“Bantuan air bersih ini sangat membantu masyarakat di tengah musim kekeringan. Di Kecamatan Pebayuran, Desa Karangsegar dan Desa Karangharja termasuk wilayah yang lebih awal merasakan dampak kekeringan dan kesulitan mendapatkan air bersih,” ujarnya.
Guntur menjelaskan, warga terpaksa mencari berbagai alternatif untuk memenuhi kebutuhan air. Untuk keperluan memasak, sebagian masyarakat harus membeli air galon. Sementara kebutuhan mandi dan mencuci dipenuhi dengan memanfaatkan sungai terdekat atau meminta bantuan keluarga di desa sebelah.
Namun, kondisi semakin memprihatinkan karena sebagian aliran sungai mulai mengering sehingga sumber air alternatif warga semakin terbatas.
PUPR Siapkan Distribusi Rutin dan Pompanisasi
Sementara itu, Ali Alfarizd dari Kementerian PUPR menjelaskan, pihaknya telah mengerahkan tim tanggap darurat untuk membantu masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih.
Penanganan dilakukan melalui pengerahan mobil tangki air serta penyediaan unit hidran umum bekerja sama dengan Perumda Tirta Bhagasasi.
“Melalui tim tanggap darurat, kami mengerahkan mobil tangki air serta unit hidran umum untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat,” jelasnya.
Tidak hanya memenuhi kebutuhan rumah tangga, Kementerian PUPR juga melakukan upaya pompanisasi dari Sungai Citarum untuk membantu mengairi ratusan hektare lahan persawahan yang terdampak kekeringan di wilayah Desa Karangsegar.
Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga ketersediaan air untuk kebutuhan masyarakat sekaligus mengurangi dampak kekeringan terhadap sektor pertanian.
Pasokan 4.000 Liter Direncanakan Setiap Hari
Berdasarkan keterangan dalam kegiatan tersebut, distribusi air bersih direncanakan berlangsung setiap hari dengan volume 4.000 liter untuk satu titik layanan hidran umum.
Air ditampung dalam tandon berkapasitas masing-masing 2.000 liter sehingga masyarakat dapat memanfaatkannya untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.
Di sisi lain, keterlibatan Babinsa Koramil 11/Pebayuran Pelda Firman menjadi bagian dari dukungan TNI dalam membantu penanganan kesulitan air bersih yang dialami masyarakat.
Kolaborasi antara TNI, Kementerian PUPR, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan mampu meringankan beban warga sekaligus memastikan pasokan air bersih tetap tersedia selama musim kemarau.
(Red/Pendim 0509 Kabupaten Bekasi)






