Mencari Udang di Sungai Way Pisang, Bocah 6 Tahun di Palas Aji Hanyut Terseret Arus Bandang

Mediarakyatmerdeka.com, LAMPUNG SELATAN – Seorang bocah berusia enam tahun dilaporkan hanyut terseret arus di aliran Sungai Way Pisang, Desa Palas Aji, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan. Peristiwa nahas yang menimpa korban bernama Khenzi Gunawan bin Syabihis Gunawan tersebut terjadi pada Sabtu siang (6/6/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

Berdasarkan data yang dihimpun, korban merupakan warga Dusun 03 Muara Batang, Desa Palas Aji, Kecamatan Palas. Hingga Sabtu malam pukul 21.00 WIB, upaya pencarian intensif yang dilakukan oleh tim gabungan bersama warga setempat masih terus berlangsung, namun korban belum berhasil ditemukan.

Kronologi kejadian bermula saat korban bersama lima orang anak lainnya yang rata-rata berusia di bawah 10 tahun mendatangi area sungai di desa setempat. Mereka bermaksud mencari udang kecil di pinggiran sungai untuk digunakan sebagai umpan memancing.

Namun secara mendadak, debit air sungai Way Pisang naik drastis membawa arus besar (air bah) yang langsung menerjang sekumpulan anak-anak tersebut. Melihat situasi berbahaya, beberapa saksi di lokasi sempat berupaya menyelamatkan korban.

Bahkan, sempat terjadi aksi tarik-menarik antara salah satu rekan korban dengan Khenzi. Sayangnya, kuatnya terjangan arus air membuat pegangan tangan tersebut terlepas, hingga tubuh korban terseret dan hanyut terbawa aliran sungai yang deras.

Adapun lima rekan korban yang berada di lokasi kejadian dan menjadi saksi peristiwa tersebut di antaranya adalah Alqasali (9), Iyan (9), Risky (15), Razik (10), dan Rival (8). Kelelimanya merupakan pelajar yang juga berdomisili di Desa Palas Aji. Selepas kejadian, para saksi segera bergegas memberikan informasi kepada warga sekitar bahwa ada anak yang tenggelam.

Mendapat laporan adanya musibah tersebut, pihak keluarga bersama masyarakat Desa Palas Aji langsung melakukan upaya pencarian awal di sepanjang aliran sungai. Aparat keamanan dari Koramil Palas dan Polsek Palas juga segera diterjunkan ke lokasi untuk membantu mengoordinasikan penyisiran.

Guna memaksimalkan proses evakuasi, Tim SAR (Search and Rescue) Kabupaten Lampung Selatan turut diturunkan ke titik kejadian dengan membawa peralatan penyelamatan air lengkap.

Kendati pencarian telah berlangsung selama kurang lebih tujuh jam sejak perkiraan waktu kejadian pukul 14.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB, keberadaan korban belum juga terdeteksi. Medan sungai dan kondisi arus pasca-datangnya air besar menjadi tantangan utama bagi tim di lapangan. Proses pencarian gabungan dipastikan akan terus dilanjutkan dengan memantau perkembangan situasi berkala.

( Efan )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *