LAMPUNG SELATAN, MEDIARAKYATMERDEKA.COM – Bantuan pembangunan sumur bor melalui program Optimalisasi Lahan (OPLAH) mendapat sambutan positif dari kalangan petani di Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan. Kehadiran fasilitas pengairan tersebut dinilai menjadi langkah penting untuk mengatasi keterbatasan air sekaligus mendongkrak produktivitas pertanian.
Kastori, Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Karya Maju, mengapresiasi program tersebut. Ia menilai ketersediaan sumber air menjadi kebutuhan mendasar bagi petani, terutama untuk menjaga keberlangsungan aktivitas pertanian agar tidak sepenuhnya bergantung pada curah hujan.
Menurutnya, pembangunan sumur bor memberikan harapan baru bagi petani dalam mengoptimalkan pengelolaan lahan. Dengan dukungan sumber air yang lebih memadai, pola tanam diharapkan bisa berjalan lebih baik dan potensi lahan pertanian dapat dimanfaatkan secara maksimal.
“Adanya sumur bor ini tentu sangat membantu petani. Kami berharap fasilitas ini bisa dimanfaatkan dan dirawat bersama agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” ujar Kastori, Sabtu (1/11/2026).
Ia menegaskan, keberadaan sumur bor harus diikuti dengan pengelolaan yang baik oleh kelompok tani agar fasilitas tersebut tidak hanya menjadi bantuan sesaat, tetapi benar-benar berfungsi untuk kepentingan petani dalam jangka panjang.
Kastori juga berharap program OPLAH dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak kelompok tani. Menurutnya, dukungan infrastruktur pengairan merupakan salah satu faktor penting dalam mendorong peningkatan hasil pertanian dan memperkuat ketahanan pangan.
Namun, ia mengingatkan bahwa kebutuhan petani tidak hanya sebatas sarana pengairan. Pemerintah juga diharapkan memberikan perhatian terhadap penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan) guna menunjang kegiatan pengolahan lahan hingga proses produksi.
“Harapan kami, program seperti ini bisa terus berlanjut dan semakin banyak membantu petani. Kalau kebutuhan air tercukupi, kami lebih yakin untuk meningkatkan hasil pertanian,” katanya.
Ia menambahkan, bantuan alsintan juga sangat dibutuhkan agar pekerjaan petani menjadi lebih efektif, efisien, dan mampu menekan beban biaya operasional.
“Petani adalah pahlawan bagi bangsa ini. Maju atau mundurnya suatu negara juga bergantung pada sektor pertanian. Petani merupakan ujung tombak dalam mewujudkan Indonesia yang sejahtera,” tegasnya.
Kastori berharap pemerintah tidak hanya mendorong pembangunan infrastruktur pengairan, tetapi juga memperkuat dukungan sarana produksi pertanian secara berkelanjutan.
Dengan kombinasi ketersediaan air, bantuan alsintan, dan pendampingan yang memadai, sektor pertanian di Kecamatan Ketapang diharapkan semakin berkembang, produktivitas meningkat, serta kesejahteraan petani dapat benar-benar terwujud.
Penulis: Efan






