Gen Z OKI Dibekali Skill untuk Magang ke Jepang

Media Rakyat Merdeka, OKI —Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi terus mendorong generasi muda, khususnya Gen Z, agar siap bersaing di pasar kerja global. Salah satunya melalui program pelatihan kerja yang tidak hanya berfokus pada keterampilan teknis, tetapi juga membuka peluang magang hingga ke Jepang.

Bupati OKI, Muchendi Mahzareki, menegaskan bahwa pelatihan ini dirancang sebagai langkah strategis untuk menyiapkan tenaga kerja muda yang kompeten dan berdaya saing internasional. Menurutnya, kesempatan magang ke luar negeri harus dimanfaatkan dengan bekal skill yang memadai.

“Program ini bukan sekadar pelatihan biasa, tetapi bagian dari upaya kita membekali generasi muda agar bisa menembus peluang kerja global, termasuk magang ke Jepang. Ini kesempatan besar yang harus dipersiapkan dengan serius,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa di era persaingan global, kemauan saja tidak cukup tanpa didukung kemampuan nyata. Karena itu, peserta pelatihan didorong untuk fokus meningkatkan kompetensi diri selama mengikuti program.

Pelatihan yang digelar mencakup dua bidang utama, yakni otomotif dan bahasa Jepang. Kombinasi ini dinilai relevan dengan kebutuhan pasar kerja internasional, khususnya di Jepang yang membutuhkan tenaga kerja terampil dari Indonesia.

Program pelatihan dilaksanakan di UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten OKI selama 23 hari, mulai 16 hingga 23 Mei 2026, dengan total 32 peserta. Masing-masing 16 peserta mengikuti pelatihan otomotif dan 16 lainnya fokus pada bahasa Jepang sebagai bekal komunikasi saat magang di luar negeri.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi OKI, Antonio Romadhon, menyebutkan bahwa program ini merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus menekan angka pengangguran.

“Kami ingin Gen Z di OKI tidak hanya siap kerja di dalam negeri, tetapi juga mampu memanfaatkan peluang magang dan kerja ke luar negeri. Jepang menjadi salah satu tujuan yang potensial,” jelasnya.

Selain peningkatan hard skill, pelatihan ini juga diarahkan untuk membangun mental kerja, kedisiplinan, serta membuka wawasan global bagi para peserta.

Pemerintah Kabupaten OKI berharap, melalui program ini, generasi muda tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu berkembang, mandiri, dan membawa pengalaman internasional untuk kemajuan daerah.

( Mey )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *